Cara Budidaya Jamur Tiram Menguntungkan

Cara Budidaya Jamur Tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram Menguntungkan! Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang aman dikonsumsi bahkan memiliki banyak manfaat. Jamur tiram memiiki tudung dengan bentuk setengah lingkaran dan di bagian tengahnya agak cekung ke bawah, berwarna krim dengan tekstur lembut dan sedikit kenyal ketika di makan. Di habitat aslinya jamur tiram tumbuh di pegunungan yang sejuk dan lembab, biasanya dapat ditemui di batang-batang kayu yang sudah lapuk maupun pohon bekas tebangan.

Untuk membudidayakan jamur tiram di rumah juga harus memperhatikan bagaimana habitat aslinya agar jamur dapat tumbuh maksimal dan baik. Saat ini budidaya jamur tiram banyak dilirik oleh para pengusaha rumahan, karena permintaan pasar yang semakin meningkat dan juga cara budidayanya yang cukup mudah namun dapat meraup untung yang memuaskan. Untuk membudidayakan jamur tiram berikut caranya:

Menyiapkan Tempat Atau Kumbung

Cara budidaya jamur tiram yang perlu disiapkan adalah tempat atau kumbung, biasanya tempat yang dibuat yaitu berupa kayu atau batang bambu yang dirangkai seperti rak dengan tinggi 2,5m hingga 3m, jarak antar rak sebaiknya antara 40cm hingga 70cm, dengan lebar 50cm, untung panjang rak bisa disesuaikan dengan jumlah baglog yang ada. Lakukan pengapuran atau pembersihan dengan pestisida 2 hari sebelum meletakkan baglog, hal ini berguna agar tidak ada jamur lain yang tumbuh dan merusak jamur tiram Anda.

Pilih lokasi yang tidak terkena matahari langsung, jika Anda hanya membuat 1 kumbung memanjang Anda dapat menutup sekelilingnya dengan plastik yang disesuaikan ukuran kumbung. Plastik berguna agar kumbung selalu dalam keadaan lembab.

Baglog

Baglog merupakan tempat untuk menyimpan media tanam dan bibit jamur berbentuk silinder dan diujungnya di beri kapas untuk penutup selama pembentukan jamur. Baglog diisi dengan, serbuk kayu, ampas tebu, tepung jagung, dedak, pupuk TSP, kapur, air secukupnya, dan pupuk organik. Setelah semua bahan siap dan sudah tertutup maka cara budidaya jamur tiram selanjutnya yaitu mengukus baglog selama 12jam dengan suhu 90-110 derajat celcius. Jika sudah dikukus maka tinggal dinginkan selama 8 jam.

BACA JUGA : Jenis Tanaman Serabut yang Ada di Lingkungan Sekitar

Setelah 8 jam maka baglog sudah siap untuk diletakkan di dalam kumbung, Anda bisa meletakkan secara vertikal maupun horizontal. Jangan buka kapas selama 1 bulan atau sebelum bibit jamur muncul. Setelah 1 bulan buka kapas dan biarkan jamur tumbuh semakin besar, lalu Anda bisa menyemprotkan air, lakukan penyemprotan sebanyak 3 kali sehari pada pagi, sore sekitar jam 3, lalu malam sekitar pukul 7, usahakan agar baglog selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu basah tapi juga tidak kering.

Biasanya cara budidaya jamur tiram akan membesar dalam jangka waktu 1-2 hari saja. Dan hampir setiap hari akan ada baglog yang siap untuk di panen. Jika media tanam mulai berkurang Anda bisa menggunting plastik hingga batas sisa media tanam, pastikan gunting sudah disterilkan untuk mencegah jamur lain tumbuh.

Usahakan untuk menjaga kebersihan kumbung dengan menyemprotkan desinfektan pada dasar kumbung atau di tanah, agar tidak ada hama yang masuk dan memakan media tanam. Dari satu buah baglog akan menghasilkan 0,7kg sampai 0,8kg sekali panen, dan panen dapat dilakukan hingga 5 sampai 8 kali. Dari setiap panen hanya berjarak sekitar 1 hingga 2 minggu.

Diatas merupakan cara budidaya jamur tiram yang bisa dilakukan di rumah, cukup mudah namun juga memerlukan waktu yang tidak sebentar dan perlu rutin menjaga suhu dan kebersihan dari setiap kumbung jamur tiram. Jika Anda berniat untuk membudidayakan jamur tiram Anda tinggal menyesuaikan dengan lahan dirumah Anda. Hasil yang didapat dari membudidayakan jamur tiram bisa dikatakan sangat menguntungkan namun dengan modal yang tidak terlalu mahal, Anda hanya tinggal menyesuaikan dengan pangsa pasar.